
Faktarealtv.Com PALEMBANG –
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Selatan akhirnya angkat bicara terkait polemik penjaringan calon Ketua DPC PKB Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang berujung pada laporan ke Polda Sumsel.
Wakil Ketua I DPW PKB Sumsel, Dr. HM Antoni Toha, mengatakan pihaknya baru memberikan penjelasan kepada publik setelah mendapatkan arahan dari pimpinan DPP PKB.
“Kami akan menanggapi sebaik-baiknya agar kebenaran secara faktual dapat dipertahankan dan disampaikan dengan benar,” ujar Antoni, Jumat (26/6/2026).
Antoni menjelaskan, proses penjaringan calon Ketua DPC dilakukan melalui mekanisme Tim 5 yang bertugas menyeleksi lima hingga tujuh nama terbaik untuk diajukan dalam proses selanjutnya.
Menurutnya, keputusan yang diambil telah melalui tahapan organisasi. Ia menyebut munculnya nama Zulfikar sebagai salah satu kandidat Ketua DPC merupakan hasil Musyawarah Cabang (Muscab), bukan keputusan sepihak dari Tim 5 DPW.
“Kalau tidak siap kalah, jangan ikut bertarung. Setelah tidak terpilih menjadi Ketua DPC seharusnya introspeksi diri mengapa tidak dipercaya oleh DPP. Keputusan keluarnya nama Zulfikar sebagai salah satu kandidat Ketua DPC bukan dari Tim 5 DPW, tetapi hasil Muscab DPC PKB Musi Rawas,” katanya.
Ia menegaskan, PKB memberikan kepercayaan kepada kader yang dinilai memiliki kapasitas, kinerja, serta target politik yang jelas untuk memimpin partai di daerah.
Menanggapi laporan yang telah diajukan ke Polda Sumsel, Antoni membantah adanya kerugian materi sebagaimana yang dituduhkan.
“Kami punya bukti bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar. Yang bersangkutan mengikuti seluruh proses seleksi, ditetapkan sebagai salah satu calon ketua saat Muscab, dan juga mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilaksanakan DPP PKB di Palembang,” jelasnya.
DPW PKB Sumsel berharap proses hukum berjalan secara objektif dan transparan sehingga seluruh pihak dapat mengetahui fakta yang sebenarnya.
Menurut Antoni, apabila laporan tersebut nantinya tidak terbukti secara hukum, maka pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pelapor karena dinilai telah mencemarkan nama baik partai.
“Pasal yang dituduhkan sudah jelas. Kita akan lihat apakah unsur-unsurnya terpenuhi atau tidak. Saat ini laporan polisi masih dalam tahap awal sehingga terlalu dini untuk menyimpulkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPP PKB telah menginstruksikan agar kader yang dilaporkan mengikuti seluruh proses hukum dan DPW akan mengawal perkara tersebut hingga tuntas.
“Kami akan layani melalui jalur hukum. Instruksi DPP jelas, kasus ini dikawal sampai selesai agar semuanya terang dan tidak menjadi isu yang terus digoreng,” katanya.
DPW PKB Sumsel juga menyatakan, apabila tuduhan tersebut terbukti tidak benar, maka sesuai arahan DPP, pihaknya akan mengambil langkah hukum terhadap pelapor sebagai bentuk efek jera.
“Kalau tuduhan itu tidak benar, kita akan lapor balik. Arahan DPP demikian sebagai bentuk shock therapy,” tegas Antoni.
Terkait status Zulfikar di internal partai, Antoni memastikan yang bersangkutan hingga kini masih tercatat sebagai Wakil Bendahara DPW PKB Sumsel dan belum diberhentikan dari keanggotaan partai.
“Untuk status kader masih sebagai pengurus DPW. Belum ada pemecatan. Namun, pada usulan kepengurusan DPC Musi Rawas yang baru, nama yang bersangkutan sudah tidak ada. Ke depan tentu akan dipertimbangkan kembali sesuai perkembangan,” katanya.
DPW PKB Sumsel juga menyayangkan persoalan internal partai dibawa ke ranah publik. Antoni mengungkapkan bahwa mediasi telah dilakukan dan menurut hasil yang diperoleh tidak ditemukan adanya kerugian materi sebagaimana yang diklaim.
“Harusnya persoalan ini diselesaikan dengan baik. Sudah ada mediasi dan tidak ada kerugian materi. Proses pencalonan juga sudah diakomodasi melalui Muscab hingga UKK. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh kader agar bersikap bijak dalam berkompetisi,” pungkasnya.
Sebelumnya, mantan kandidat Ketua DPC PKB Musi Rawas, Zulfikar, melaporkan sejumlah petinggi DPW PKB Sumsel ke Polda Sumsel atas dugaan penipuan dan pemerasan. Laporan tersebut muncul setelah DPP PKB menetapkan susunan kepengurusan baru DPC PKB Musi Rawas, di mana nama Zulfikar tidak ditetapkan sebagai ketua meski sebelumnya masuk sebagai salah satu kandidat hasil Muscab.
Sumber: Sumatera Ekspres.






