Laporan Andi Razak Efendi MUARA ENIM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA Kabupaten Muara Enim secara tegas menyatakan sikap dan dukungannya terhadap perjuangan KOPSBARA (Lawang Agung Sejahtera) serta masyarakat lingkar tambang. Hal ini disampaikan menyusul belum adanya tindak lanjut konkret dari rangkaian rapat lanjutan bersama unsur FORKOPIMDA, pemegang izin IUP/IUPK (termasuk PTBA, MME, DBU, WSL, dan RMUK), serta pihak terkait di Kabupaten Muara Enim. Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Muara Enim, Azuar Anas, S.Pd, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa masyarakat lokal, khususnya di lingkar tambang, tidak boleh terus-menerus menjadi penonton di tanah kelahiran mereka sendiri di tengah masifnya aktivitas pertambangan. "Kami dari DPC GRIB JAYA Kabupaten Muara Enim berdiri bersama KOPSBARA dan seluruh elemen masyarakat. Selama ini, masih banyak masyarakat kita yang menganggur dan belum terlibat secara nyata dalam kegiatan pertambangan, baik oleh perusahaan swasta maupun BUMN. Manfaat Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) belum dirasakan secara maksimal. Oleh karena itu, kemitraan strategis dengan koperasi lokal harus menjadi jalan nyata untuk memperluas kesempatan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lingkar tambang." — Azuar Anas, S.Pd (Ketua DPC GRIB JAYA Muara Enim) POKOK TUNTUTAN DAN PERNYATAAN SIKAP DPC GRIB JAYA MUARA ENIM Desakan Tindak Lanjut Konkret GRIB JAYA menilai rangkaian rapat yang telah dilakukan bersama FORKOPIMDA dan para pemegang IUP/IUPK belum membuahkan hasil nyata. Kami mendesak agar ada komitmen tertulis, rencana tindak lanjut, serta jadwal pelaksanaan yang jelas terkait kemitraan dengan koperasi lokal (KOPSBARA). Prioritas Tenaga Kerja dan Kontraktor Lokal Meminta seluruh pemegang IUP/IUPK di Kabupaten Muara Enim agar mengutamakan kontraktor lokal dan koperasi, membuka kesempatan kerja melalui rekrutmen yang transparan, pelatihan keterampilan, serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku demi mendukung Asta Cita Pemerintah. ...
Laporan Andi Razak Efendi Muara Enim, - Rapat lanjutan ke-3 antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Muara Enim, Pemegang...
MUARA ENIM, SUMSEL – Kuasa hukum media SelidikKasus.com, Arwintino, menegaskan akan melanjutkan proses hukum terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang jurnalis, Nopri Hartono, yang terjadi saat menjalankan tugas jurnalistik di lokasi pekerjaan proyek pembangunan jalan permukiman di Desa Karya Nyata, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim. Peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada Jumat, 30 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Nopri Hartono bersama seorang saksi mendatangi lokasi proyek yang diduga bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai pekerjaan diperkirakan sekitar Rp60 juta. Kedatangan wartawan tersebut bertujuan melakukan peliputan dan memperoleh informasi terkait pekerjaan proyek yang menjadi perhatian masyarakat. Namun, situasi di lokasi justru berujung pada dugaan tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya. Berdasarkan keterangan dalam laporan polisi, pelapor bersama saksi diduga didatangi sejumlah pekerja. Dalam peristiwa tersebut, pelapor mengaku mengalami pemukulan menggunakan benda tumpul berupa kayu dan linggis. Akibat kejadian itu, Nopri mengalami luka dan rasa sakit pada bagian kepala belakang sebelah kanan, tepatnya di sekitar atas telinga, serta bagian tangan. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Pratama Pulau Panggung untuk mendapatkan penanganan medis. Dampak benturan tersebut membuat Nopri tidak dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya selama kurang lebih empat hari. Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama sebagaimana tercantum dalam Pasal 262 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Laporan pengaduan diterima Polsek Semende Darat Laut pada 1 November 2026. Kuasa hukum media SelidikKasus.com, Arwintino, menyayangkan keras dugaan tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, persoalan pemberitaan maupun pengambilan dokumentasi di lapangan seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi, bukan dengan tindakan kekerasan. "Klien kami datang ke lokasi untuk menjalankan tugas jurnalistik, melakukan peliputan, serta mencari informasi terkait pekerjaan proyek. Sangat disayangkan apabila persoalan tersebut justru berujung pada dugaan penganiayaan. Kami akan mengawal perkara ini dan meminta agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Arwintino. Ia menambahkan, pihaknya berharap aparat penegak hukum dapat menangani laporan tersebut secara profesional, transparan, dan objektif serta memeriksa semua pihak yang diduga terlibat. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena keselamatan jurnalis ketika menjalankan tugas peliputan merupakan hal yang harus dihormati. Apabila terdapat keberatan terhadap pemberitaan atau dokumentasi wartawan, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme yang berlaku, bukan melalui tindakan kekerasan. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam laporan tersebut, termasuk para pekerja proyek, guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.
MUARA ENIM, – Insiden dugaan pengeroyokan terhadap wartawan kembali terjadi saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Kali ini, dua wartawan dari media online SelidikKasus.com dan Aliansi News, yakni Nopri Hartono dan Endang Sapurra, diduga menjadi korban kekerasan ketika melakukan peliputan proyek pembangunan jalan setapak di Desa Karya Nyata, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Peristiwa tersebut bermula ketika kedua wartawan mendatangi lokasi proyek untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan pembangunan jalan setapak yang diduga merupakan proyek dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Sumatera Selatan. Saat berada di lokasi, wartawan mencoba meminta keterangan kepada salah seorang pekerja mengenai pekerjaan proyek tersebut. Namun, situasi justru memanas hingga terjadi perdebatan antara wartawan dan sejumlah pekerja proyek. Dalam insiden tersebut, sekitar empat orang pekerja diduga melakukan pengeroyokan. Bahkan, salah seorang wartawan, Nopri Hartono, mengaku mendapat hantaman menggunakan balok kayu dan benda keras menyerupai besi pada bagian kepala. Akibat kejadian itu, Nopri mengalami pembengkakan pada bagian kepala serta luka ringan. Ia kemudian mendapatkan penanganan atas cedera yang dialaminya. Tidak berselang lama setelah kejadian, Nopri menjalani pemeriksaan visum dan melaporkan dugaan tindak kekerasan tersebut ke Polsek setempat untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hingga berita ini diterbitkan, identitas para pekerja yang diduga terlibat belum diketahui secara pasti. Tim media juga masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai pekerjaan proyek yang dipertanyakan. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, wartawan memiliki perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya untuk memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi. faktarealtv.com DAN SELIDIKKASUS.COM akan terus menggali informasi serta mengikuti perkembangan laporan tersebut, termasuk meminta klarifikasi dari pihak pelaksana proyek dan instansi terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
MUARA ENIM — FaktarealTv.Com — Darti Nita Sari terpilih sebagai Ketua Perempuan Bangsa Kabupaten Muara Enim dalam Musyawarah Cabang (Muscab)...
Laporan Andi Razak Efendi MUARA ENIM =— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Muara Enim menggelar rangkaian kegiatan konsolidasi organisasi selama dua hari, Senin malam hingga Selasa (26–27 Oktober 2026), di Hotel Griya Serasan Sekundang, Kabupaten Muara Enim. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Musyawarah Cabang (Muscab) Perempuan Bangsa Kabupaten Muara Enim, Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Kabupaten Muara Enim, pelantikan pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Muara Enim, serta pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Muara Enim masa bakti 2026–2031. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PKB untuk memperkuat konsolidasi internal, menyelaraskan program kerja, serta membangun soliditas kepengurusan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan ranting. Rangkaian kegiatan diawali pada Senin malam (26/10/2026) melalui Muslercab Perempuan Bangsa Kabupaten Muara Enim, kemudian dilanjutkan dengan Muskercab DPC PKB dan pelantikan pengurus DPAC PKB se-Kabupaten Muara Enim. Selanjutnya, pada Selasa (27/10/2026), dilaksanakan pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Muara Enim masa bakti 2026–2031 yang dilakukan langsung oleh Ketua DPW PKB Provinsi Sumatera Selatan. Acara tersebut turut dihadiri jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW PKB Sumatera Selatan, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para ketua partai politik se-Kabupaten Muara Enim. Dalam sambutannya, Ketua DPC PKB Kabupaten Muara Enim, Desy Riyanah, menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membesarkan partai dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat. “Amanah jabatan ini merupakan tanggung jawab yang berat. Namun, dengan kebersamaan, kekompakan, dan kerja keras, insyaallah amanah ini dapat kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Desy. Ia mengajak seluruh pengurus dan kader untuk memperkuat persatuan serta menjadikan PKB sebagai partai yang solid dan satu komando, mulai dari tingkat DPC, DPAC, hingga ranting. “Tidak boleh lagi ada sekat maupun perbedaan yang melemahkan perjuangan kita. Mulai hari ini, mari kita satukan barisan, satukan langkah, dan satukan komando,” tegasnya. Desy juga menekankan empat komitmen utama yang harus dijalankan seluruh jajaran kepengurusan, yakni memperkuat soliditas dan persatuan partai, mendekatkan PKB dengan rakyat, memperkuat struktur organisasi dan kaderisasi, serta mempersiapkan PKB menjadi partai pemenang di Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, PKB harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, menyerap keluhan, dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut sejalan dengan semangat PKB yang lahir dari rahim rakyat dan harus terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, penguatan struktur organisasi hingga tingkat ranting menjadi perhatian penting. Desy berharap PKB mampu melahirkan kader-kader yang militan, berintegritas, dan memiliki loyalitas terhadap perjuangan partai sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Terkait target politik ke depan, ia menegaskan bahwa seluruh jajaran partai harus mulai mempersiapkan mesin organisasi sejak dini, memperkuat konsolidasi, menyiapkan saksi, serta menyusun strategi pemenangan yang terukur untuk menghadapi pemilu mendatang....
Laporan Andi Razak Efendi MUARA ENIM faktarealtv.com— Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Deddy Arianto Sutopo, S.Pd., memfasilitasi rapat koordinasi antara Koperasi Bersama Rakyat (Kopsbara) dengan sejumlah perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Gedung DPRD Kabupaten Muara Enim, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Rapat tersebut turut didampingi oleh anggota DPRD Muara Enim dari Partai Gerindra, M. Nasir dan Azhari. Pengawalan ketat dan tertib dilakukan oleh sekitar 200 massa yang terdiri dari gabungan Ormas, LSM, insan media, elemen masyarakat, serta jajaran pengurus Kopsbara. Poin Utama Rapat Keabsahan dan Legilitas Kopsbara Ketua Kopsbara, Juniardi, beserta seluruh pendukung menyampaikan bahwa Kopsbara telah berdiri sejak tahun 2021 dan memiliki legalitas resmi tanpa kekurangan satu pun. Kopsbara kini tinggal menunggu rekomendasi resmi dari Forkopimda untuk merealisasikan regulasi kemitraan penambangan sebagai mitra kerja pemegang IUP di Muara Enim. Dukungan Pemberdayaan Pengusaha Lokal Rapat ini menghadirkan perwakilan direksi dari perusahaan pemegang IUP, yakni: PT WSL PT RMK PT DBU PT MME Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Deddy Arianto Sutopo, S.Pd., secara tegas mendorong pihak perusahaan untuk memberdayakan pengusaha dan masyarakat lokal melalui Kopsbara, sesuai dengan amanat UU Minerba terbaru. Hasil Keputusan Rapat (Kesepakatan MoU) Pihak perusahaan menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk segera menjadwalkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang direncanakan pada Senin, 2 November 2026. Harapan Masyarakat dan Pengurus Kopsbara Pengurus Kopsbara berharap kesepakatan ini dapat segera direalisasikan tanpa penundaan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Muara Enim....
Laporan Andi Razak Efendi Muaraenim faktarealtv.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerip Jaya Kabupaten Muara Enim menggelar kegiatan rutin yang menjadi wadah untuk memperkuat kekompakan pengurus dan anggota, sekaligus membahas visi dan misi organisasi dalam mengawal serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Muara Enim. Dalam kegiatan tersebut, Azwar Anas, S.Pd., menyampaikan bahwa setiap visi dan misi organisasi harus dijalankan dengan semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh pengurus maupun anggota. Menurutnya, kekompakan merupakan modal utama agar Gerip Jaya dapat hadir di tengah masyarakat dan menjalankan program-program yang bermanfaat. “Apa pun misi yang kita jalankan, semuanya harus dilandasi kekompakan. Dengan kebersamaan dan kekompakan tim, insyaallah Gerip Jaya bisa hadir dan berperan di tengah masyarakat,” ujar Azwar Anas. Selain itu, pembina sekaligus penasihat, Sahaludin, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan organisasi yang bertujuan membawa perubahan positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong kemakmuran dan kesejahteraan warga Kabupaten Muara Enim. Ia menyoroti kondisi Kabupaten Muara Enim yang memiliki kekayaan sumber daya alam, mulai dari sektor pertambangan hingga energi. Namun, menurutnya, masih terdapat masyarakat yang belum merasakan manfaat pembangunan secara merata. “Muara Enim merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam. Namun, kita perlu bersama-sama mendorong agar masyarakat juga dapat merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ini,” ungkap Sahaludin. Ia berharap, dengan terbentuknya kepengurusan baru Gerip Jaya Kabupaten Muara Enim, organisasi tersebut dapat semakin aktif menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong program-program yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah anggota Gerip Jaya, termasuk mantan Kepala Desa Sungai Rotan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan serta mendukung visi dan misi organisasi ke depan. Melalui kepengurusan yang baru, Gerip Jaya Kabupaten Muara Enim diharapkan mampu membangun sinergi, mempererat solidaritas antaranggota, serta menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen mengawal kepentingan masyarakat, Gerip Jaya diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Muara Enim.
Join our Premium Membership and unlock all content for unlimited access.
© 2023 faktarealtv.com - News & TV