Laporan Hafiz
Faktarealtv.com, MUARAENIM – Di tengah dinamika wacana ketatanegaraan yang berkembang, Ketua GP Ansor Muara Enim, Frans Irawan, ST., MM, menyampaikan sikap tegasnya terkait posisi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Baginya, menjaga Polri tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia adalah bagian dari upaya merawat stabilitas dan kekuatan negara.
Frans tidak hanya berbicara sebagai seorang pimpinan organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai warga negara yang peduli terhadap masa depan bangsa. Ia menilai, struktur Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan bentuk penguatan terhadap fungsi dan peran kepolisian sebagai alat negara dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Polri harus tetap berdiri kuat dan independen di bawah Presiden. Jika dijadikan kementerian atau berada di bawah kementerian tertentu, hal itu justru dapat melemahkan institusi Polri dan pada akhirnya melemahkan negara,” tegas Frans dengan nada penuh keyakinan.
Menurutnya, independensi Polri adalah fondasi penting dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Ia khawatir, jika institusi kepolisian ditempatkan di bawah kementerian tertentu, akan muncul potensi tarik-menarik kepentingan yang bisa memengaruhi profesionalitas aparat penegak hukum.
Bagi Frans, dukungan ini bukan sekadar pernyataan politik, melainkan panggilan moral. Sebagai bagian dari generasi muda yang tergabung dalam GP Ansor, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga tatanan negara tetap kokoh.
“Keamanan adalah syarat utama pembangunan. Jika keamanan terganggu, maka pembangunan juga akan terhambat. Karena itu, Polri harus tetap kuat, profesional, dan langsung bertanggung jawab kepada Presiden,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kepedulian tokoh muda Muara Enim terhadap arah kebijakan nasional. Di tengah berbagai wacana perubahan, Frans berharap seluruh elemen bangsa dapat mengedepankan kepentingan negara dan masyarakat di atas segala kepentingan lainnya.












