Laporan Hafiz
Faktarealtv, MUARA ENIM – Kemarau panjang mulai membawa dampak nyata bagi aktivitas sehari-hari di Pondok Pesantren Darussa’adah, Muara Enim. Ketersediaan air bersih yang semakin terbatas membuat para santri dan anak-anak panti asuhan harus menghadapi kondisi yang tidak mudah.
Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Kesejahteraan Islam Serasan Sekundang (YKISS) Muara Enim menginisiasi pelaksanaan Sholat Istisqo atau sholat meminta hujan, Jumat (28/8/2026), di halaman Pondok Pesantren Darussa’adah, Muara Enim.
Sebanyak 810 orang mengikuti sholat tersebut. Mereka berasal dari lingkungan pendidikan dan lembaga yang berada di bawah naungan YKISS, yakni Pondok Pesantren Darussa’adah, Madrasah Aliyah Darussa’adah, MTs Darussa’adah, SDIT Serasan Sekundang, Panti Asuhan Assa’adah, serta masyarakat sekitar.
Ratusan jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah. Mereka bersama-sama menundukkan kepala dan memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan, sehingga persoalan kekurangan air bersih yang dirasakan di lingkungan pesantren dan panti asuhan dapat segera teratasi.
Ketua Yayasan Kesejahteraan Islam Serasan Sekundang (YKISS), H. Imron Yadad, S.Ag., mengatakan pelaksanaan Sholat Istisqo dilakukan sebagai bentuk ikhtiar sekaligus doa bersama menyikapi kemarau yang cukup panjang.
“Sholat Istisqo ini kita gelar menyusul kemarau yang cukup panjang. Saat ini pondok pesantren maupun panti asuhan kita mengalami kekurangan air bersih,” ujar H. Imron usai pelaksanaan sholat.
Menurutnya, kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren dan panti asuhan cukup besar. Air digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, mandi, berwudhu maupun menjaga kebersihan lingkungan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena di lingkungan YKISS terdapat banyak santri, siswa, guru serta anak-anak panti asuhan yang harus tetap menjalankan aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari meski di tengah keterbatasan air.
“Kami berharap bantuan dari masyarakat maupun berbagai pihak. Saat ini kami sangat membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pondok pesantren dan panti asuhan,” ungkapnya.
H. Imron berharap kepedulian berbagai pihak dapat membantu meringankan beban lembaga, terutama selama musim kemarau berlangsung.
Ajakan Introspeksi dan Bertaubat
Sementara itu, khotib Idwar Fauzan, SHI, Gr., dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri serta memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT.
Ia menyampaikan bahwa manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Namun, manusia harus memiliki kesadaran untuk mengakui kesalahan, memohon ampun dan tidak membanggakan dosa yang telah diperbuat.
“Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang mengakui dosanya dan mengakui kesalahannya,” pesan Idwar.
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak bersikap angkuh dan sombong kepada Allah SWT. Sebaliknya, manusia harus merendahkan hati, mengingat kesalahan dan dosa yang telah dilakukan serta memohon ampun dengan sungguh-sungguh.
“Jangan angkuh, jangan sombong, jangan congkak. Kita akui dari hati kita, tundukkan kepala kita dan kita ingat dosa-dosa kita,” tuturnya.
Pelaksanaan Sholat Istisqo tersebut menjadi momentum bagi 810 jamaah untuk bersama-sama bermunajat. Di tengah kemarau yang membuat persediaan air bersih semakin terbatas, harapan mereka sederhana: semoga hujan segera turun dan kebutuhan air untuk para santri serta anak-anak panti asuhan kembali tercukupi.
Bagi penghuni pondok dan panti asuhan, hujan kali ini bukan sekadar membuat halaman pesantren kembali basah, tetapi juga menjadi harapan akan tersedianya air bersih untuk menjalani kehidupan sehari-hari.












