Laporan Andi Razak
Muara Enim, [ faktarealtv.com ] – Dunia jurnalistik dan penerangan di Sumatera Selatan berduka. Haji Nurdin Masyir bin Haji Masyir BA, tokoh penerangan senior yang dikenal dekat dengan kalangan wartawan dan masyarakat, meninggal dunia pada Sabtu, 30 Mei 2026, dalam usia 84 tahun.

Almarhum merupakan sosok yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia informasi dan penerangan pemerintah.
Selama lebih dari 32 tahun, ia mengemban berbagai tugas strategis di lingkungan Departemen Penerangan dan dikenal sebagai aparatur yang disiplin, sederhana, serta memiliki komitmen tinggi terhadap pelayanan masyarakat.
Lahir di Muara Enim pada tahun 1942, H. Nurdin Masyir memulai kariernya sebagai pegawai di Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Muara Enim pada tahun 1965.
Dedikasi dan kemampuannya dalam bidang komunikasi publik mengantarkannya menduduki sejumlah posisi penting di berbagai daerah.
Pada tahun 1989, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Bangka.
Sebelumnya, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),
sebuah jabatan yang dijalankannya dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Bagi almarhum, jabatan bukanlah sekadar kedudukan administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
“Jabatan itu adalah kepercayaan sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan saja kepada atasan, tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itu, harus dilaksanakan dengan pengabdian yang terbaik,” demikian salah satu prinsip yang pernah disampaikan almarhum kepada staf dan jajarannya.
Dalam memimpin, Nurdin Masyir dikenal menerapkan konsep sederhana namun efektif yang ia sebut sebagai 3 K, yakni Kekeluargaan, Keterbukaan, dan Kebersamaan. Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam membangun hubungan kerja yang harmonis sekaligus meningkatkan kinerja organisasi.
Di bawah kepemimpinannya, aktivitas penerangan di Kabupaten OKI berkembang cukup pesat. Ia mendorong peningkatan karya dan aktivitas penerangan serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, guna mendukung partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Tidak hanya sebagai birokrat, Nurdin Masyir juga dikenal sebagai pemerhati media yang aktif mengikuti perkembangan informasi melalui berbagai surat kabar daerah.
Menurutnya, seorang insan penerangan harus terus meningkatkan kualitas profesinya agar mampu menjadi juru penerang yang memahami dinamika masyarakat.
Dalam salah satu tulisannya saat menjabat Kepala Kantor Departemen Penerangan Kabupaten OKI, ia menegaskan bahwa seorang juru penerang dituntut memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, serta pemahaman sosial kemasyarakatan yang mendalam.
Ia juga mengingatkan bahwa di era globalisasi, pengembangan profesi penerangan harus dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan didukung sarana yang memadai agar fungsi penerangan dapat berjalan secara optimal di tengah kompleksitas tantangan yang terus berkembang.
Kepergian H. Nurdin Masyir tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan wartawan, insan komunikasi publik, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, bersahaja, serta penuh dedikasi.
Jejak pengabdian yang ditinggalkannya menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan dunia penerangan di Sumatera Selatan. Semangat kerja, integritas, dan nilai-nilai pengabdiannya akan terus dikenang sebagai teladan bagi generasi penerus.
Selamat jalan, H. Nurdin Masyir BA. Pengabdianmu akan tetap tercatat dalam sejarah dan dikenang oleh mereka yang pernah merasakan ketulusan baktimu untuk bangsa dan masyarakat. 






