
Muara Enim Faktarealtv.com 18 Mei 2025.
Pemerintah pusat berulang kali menegaskan pentingnya ketahanan pangan desa sebagai fondasi menghadapi krisis. Namun realitas di lapangan justru menyerupai mimpi buruk: program yang seharusnya menopang petani dan warga desa nyatanya tak pernah benar-benar hadir.
Sejak 2022, pemerintah menggulirkan program ketahanan pangan bernilai ratusan juta rupiah per desa—minimal 20 persen Dana Desa—yang dijanjikan menjadi tameng krisis sekaligus penopang kesejahteraan petani. Tiga tahun berselang, bantuan itu belum juga dirasakan petani dan warga.
Pada April dan Mei 2025, kami melayangkan surat resmi kepada 32 kepala desa di Semende, meminta klarifikasi atas:
realisasi anggaran ketahanan pangan;
daftar penerima manfaat;
Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ).
Hingga berita ini ditulis, tak satu pun surat kami dibalas.
Investigasi di 32 desa Semende dan sejumlah desa lain menunjukkan dugaan penyimpangan serius. Program yang seharusnya menjadi benteng krisis pangan global justru tak tampak di masyarakat.
Warga yang kami temui mengaku tidak mengetahui apa pun tentang program tersebut:
“Kami tidak tahu apa-apa soal itu. Tidak pernah diberi tahu, apalagi menerima bantuan.”
Anggota BPD Tanjung Tiga pun tidak mengetahui keberadaan program pada 2023 dan 2024. Seorang narasumber BPD lain menambahkan:
“Kami tidak pernah diberi tahu. Saat bertanya, kami malah dianggap mengganggu pemerintahan desa.”
Identitas narasumber dirahasiakan.
Sikap bungkam pemerintah desa atas permintaan resmi ini memperkuat dugaan pelanggaran serius prinsip keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas anggaran. Indikasi kuat mengarah pada potensi tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam UU Tindak Pidana Korupsi dan UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Dugaan sementara meliputi mark-up anggaran, laporan fiktif, dan penyalahgunaan wewenang. Jika terbukti, kerugian negara bukan sekadar angka rupiah, melainkan pengkhianatan kepercayaan publik.
Dan ini baru permukaan.
Kami tengah menyusun laporan lengkap atas investigasi di puluhan desa lain di Kecamatan Semende dan wilayah sekitarnya. Temuan ini akan kami buka ke publik secara sistematis dan masif.
Jika aparat penegak hukum tak segera bertindak, bukan tidak mungkin skema serupa telah—atau sedang—terjadi di desa-desa lain, dengan kerugian lebih besar dan dampak sosial lebih menghancurkan.






![RMKE & RMKO Beri Bantuan Masyarakat Terdampak Banjir di Gunung MegangLaporan : Andi Razak Efendi Muara Enim, [Faktarealtv.com] 16 Januari 2024. PT RMK Energy Tbk (RMKE) dan Perusahaan Afiliasinya, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO)* memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir akibat meluapnya sungai Lematang. Adapun bantuan dibagikan kepada 3 Desa yaitu Desa Gunung Megang Dalam, Desa Perjito dan Desa Gunung Megang Luar. Penyerahan sembako untuk masyarakat ini dilakukan oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) RMKE & RMKO bersama tim Departemen Legal dan didampingi oleh Bapak Abu Yamin SH selaku PJ Camat Gunung Megang. Seperti diketahui, volume debit air sungai Lematang naik drastis dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dan merata selama beberapa hari terakhir di Kecamatan Gunung Megang. “Banyak masyarakat terdampak banjir yang membutuhkan perhatian, khususnya dari segi kebutuhan primer seperti pangan. Kami sangat mengapresiasi pihak RMKE & RMKO yang cepat tanggap dalam kondisi musibah Banjir seperti saat sekarang ini.”, kata Abu Yamin. Superintendent CSR RMKO, Sri Ismono mengatakan bahwa RMKE bersama dengan RMKO selalu siap memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional Perusahaan. “Saat ini Perusahaan telah menyalurkan 40 karung beras, 52 dus air mineral dan 65 dus mie instant. Harapannya, dengan adanya bantuan sembako ini kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan bisa meringankan beban mereka yang terkena banjir.”, tutup Ismono. PT RMK Energy Tbk didirikan pada 22 Juni 2009 dan resmi tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 November 2021. Perseroan bergerak di bidang pelayanan jasa logistik batubara yang meliputi bongkar muat batubara melalui jalur kereta api di Sumatera Selatan, jasa pelabuhan batubara, serta penjualan batubara dari tambang _in-house_ dan pihak ketiga. Perseroan memiliki beberapa fasilitas di Sumatera Selatan seperti Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, hauling road sepanjang 8 km, Pelabuhan Musi 2 dan tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penunjang pertambangan dan jasa penyewaan alat-alat berat. Perseroan memiliki kompetensi yang luas dalam bisnis batubara terintegrasi. Grup Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bisnis pertambangan batubara serta didukung dengan tenaga kerja yang kompeten dan ahli di bidangnya. Saat ini, Perseroan bergerak dalam unit usaha yang terdiri persiapan infrastruktur pertambangan dan emplasemen, jasa pertambangan pada berbagai tahapan, reklamasi area bekas tambang, pengangkutan batubara termasuk pembangunan jalan pengangkutan, pengelolaan emplasemen, crushing, dan pemuatan batubara ke kereta api menggunakan Train Loading System (TLS), serta penyewaan alat-alat berat yang tidak terbatas hanya kepada perusahaan di sektor pertambangan.](https://faktarealtv.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240116-WA0107-120x86.jpg)