
Muara Enim, FaktarealTV.Com– Sejumlah kontraktor lokal di Kabupaten Muara Enim menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah. Pasalnya, meskipun Muara Enim memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbesar kedua di Sumatera Selatan, banyak kontraktor lokal mengaku kesulitan mendapatkan proyek, baik melalui mekanisme tender maupun penunjukan langsung (PL).
Salah satu kontraktor lokal, Rusli Abdullah, menuturkan keluhannya saat bertemu Di Dinas PUPR Muara Enim. Ia menegaskan bahwa kondisi ini membuat para kontraktor lokal merasa terpinggirkan.
“Bayangkan, saya sebagai pengurus asosiasi dulu memiliki anggota sebanyak 92 perusahaan. Sekarang yang benar-benar aktif tinggal 18 perusahaan saja. Selebihnya banyak yang mati karena tidak ada pembinaan dari pemerintah kabupaten,” ungkap Abdullah dengan nada kecewa.
Menurutnya, kondisi ini menyebabkan banyak perusahaan lokal tidak mampu bertahan. “Kami tidak bisa membayar kewajiban seperti BPJS, pajak, dan lainnya karena tidak ada pemasukan dari proyek pemerintah,” tambahnya.
Senada dengan Abdullah, kontraktor lokal lainnya, Alex, juga menyuarakan keresahannya. Ia menilai pemerintah seharusnya lebih mengutamakan kontraktor lokal yang sudah lama berkecimpung dalam dunia usaha jasa konstruksi.
“Sejak 1991 saya berkecimpung di dunia kontraktor, tapi proyek PL saja sangat susah untuk didapat, apalagi tender. Padahal kami ini masyarakat Muara Enim. Kalau bukan kontraktor, jangan lagi diberi. Pemerintah harus mengutamakan putra daerah,” tegas Alex.
Para kontraktor berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten Muara Enim bisa lebih memperhatikan keberlangsungan kontraktor lokal agar tidak semakin banyak perusahaan yang gulung tikar. Mereka menegaskan kritik ini disampaikan dengan niat baik, sebagai bentuk masukan untuk perbaikan tata kelola proyek pemerintah di masa mendatang.






