
Laporan : Alkausar
Muara Enim FaktarealTV. Com– Pemerhati pembangunan Kabupaten Muara Enim, Ahmad Akbar, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kondisi kepemimpinan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. Menurutnya, hampir dua tahun terakhir jabatan Plt Kepala PUPR dirangkap oleh Inspektur Kabupaten, yang seharusnya menjadi pengawas utama dalam penggunaan anggaran.
“Sebagai Inspektur, ia bertanggung jawab mengawasi penggunaan anggaran (APIP). Namun di sisi lain, sebagai Kepala PUPR ia juga memimpin salah satu instansi pengguna anggaran terbesar di Muara Enim. Secara logika ini sama saja dengan istilah jeruk makan jeruk,” ujar Ahmad, Minggu 17 Agustus 2025.
Ahmad menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang serius. Ia menegaskan, pengawasan tidak akan sepenuhnya independen jika jabatan strategis yang berfungsi sebagai pengguna anggaran sekaligus menjadi pengawas.
Lebih lanjut, Ahmad juga menyinggung persoalan tata kelola pembangunan di Muara Enim. Menurutnya, masih banyak kasus di PUPR yang menimbulkan komplikasi serius, mulai dari proyek yang tidak sesuai standar, rawan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, hingga dugaan adanya bekingan dalam pelaksanaan proyek.
“Dari proses tender saja sudah kuat dugaan adanya pengarahan ke kontraktor tertentu sebagai pemenang. Akibatnya, pekerjaan di lapangan sering dilaksanakan oleh pihak yang bukan kontraktor sesungguhnya, sehingga hasilnya kurang bermutu dan berkualitas. Penyakit lama ini terus berulang,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Ahmad mendesak Bupati Muara Enim agar segera mengambil sikap tegas. Ia menilai langkah transparan dan evaluasi terbuka sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan yang berkepanjangan.
“Inspektorat seharusnya independen, bebas dari tekanan politik maupun kepentingan pihak manapun. Jika fungsi pengawasan berjalan objektif dan tegas, maka tata kelola pemerintahan akan lebih bersih, pembangunan lebih berkualitas, dan masyarakat bisa kembali menaruh kepercayaan pada pemerintah,” pungkasnya.






![RMKE & RMKO Beri Bantuan Masyarakat Terdampak Banjir di Gunung MegangLaporan : Andi Razak Efendi Muara Enim, [Faktarealtv.com] 16 Januari 2024. PT RMK Energy Tbk (RMKE) dan Perusahaan Afiliasinya, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO)* memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir akibat meluapnya sungai Lematang. Adapun bantuan dibagikan kepada 3 Desa yaitu Desa Gunung Megang Dalam, Desa Perjito dan Desa Gunung Megang Luar. Penyerahan sembako untuk masyarakat ini dilakukan oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) RMKE & RMKO bersama tim Departemen Legal dan didampingi oleh Bapak Abu Yamin SH selaku PJ Camat Gunung Megang. Seperti diketahui, volume debit air sungai Lematang naik drastis dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dan merata selama beberapa hari terakhir di Kecamatan Gunung Megang. “Banyak masyarakat terdampak banjir yang membutuhkan perhatian, khususnya dari segi kebutuhan primer seperti pangan. Kami sangat mengapresiasi pihak RMKE & RMKO yang cepat tanggap dalam kondisi musibah Banjir seperti saat sekarang ini.”, kata Abu Yamin. Superintendent CSR RMKO, Sri Ismono mengatakan bahwa RMKE bersama dengan RMKO selalu siap memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional Perusahaan. “Saat ini Perusahaan telah menyalurkan 40 karung beras, 52 dus air mineral dan 65 dus mie instant. Harapannya, dengan adanya bantuan sembako ini kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan bisa meringankan beban mereka yang terkena banjir.”, tutup Ismono. PT RMK Energy Tbk didirikan pada 22 Juni 2009 dan resmi tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 November 2021. Perseroan bergerak di bidang pelayanan jasa logistik batubara yang meliputi bongkar muat batubara melalui jalur kereta api di Sumatera Selatan, jasa pelabuhan batubara, serta penjualan batubara dari tambang _in-house_ dan pihak ketiga. Perseroan memiliki beberapa fasilitas di Sumatera Selatan seperti Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, hauling road sepanjang 8 km, Pelabuhan Musi 2 dan tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penunjang pertambangan dan jasa penyewaan alat-alat berat. Perseroan memiliki kompetensi yang luas dalam bisnis batubara terintegrasi. Grup Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bisnis pertambangan batubara serta didukung dengan tenaga kerja yang kompeten dan ahli di bidangnya. Saat ini, Perseroan bergerak dalam unit usaha yang terdiri persiapan infrastruktur pertambangan dan emplasemen, jasa pertambangan pada berbagai tahapan, reklamasi area bekas tambang, pengangkutan batubara termasuk pembangunan jalan pengangkutan, pengelolaan emplasemen, crushing, dan pemuatan batubara ke kereta api menggunakan Train Loading System (TLS), serta penyewaan alat-alat berat yang tidak terbatas hanya kepada perusahaan di sektor pertambangan.](https://faktarealtv.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240116-WA0107-120x86.jpg)
