
Laporan : Alkautsar
Muara Enim [Faktarealtv. Com] – Lima tahun terakhir Kabupaten Muara Enim terus didera banyak persoalan, hal itu mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan ekonomi di segala bidang, setidaknya sudah 6 kepala daerah memimpin Kabupaten Muara Enim dalam kurun waktu 5 tahun Terakhir, namun hal itu tidak menunjukkan perubahan yang dirasa signifikan.
Politisi perempuan Partai Demokrat, Lia Anggraini sosok yang mengidolakan pahlawan perempuan Indonesia, R. A. Kartini ini sehingga semangat juang Kartini tertanam pada putri daerah asal tanah adat Tunggu Tubang untuk membawa perubahan bagi Kabupaten Muara Enim.
Keinginan itu, ditegaskannya melalui niat untuk maju mencalonkan diri sebagai bakal calon Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim periode 2024-2029 mendatang.
Mengutip kalimat pahlawan perempuan idolanya “habis gelap terbitlah terang,” Lia Anggraini ingin jadi lentera bagi Kabupaten Muara Enim yang saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Pengalamannya di dunia politik, membuatnya optimis untuk maju, tidak ada perasaan gentar atau keragu-raguan untuk maju melihat banyak nama yang ikut menjadi kandidat Pemilukada Muara Enim 2024 mendatang.
Dirinya merasa terpanggil untuk menghadirkan cahaya perubahan bagi Kabupaten yang ia cintai,
menurut Lia, dirinya telah memperhatikan kondisi Kabupaten Muara Enim Cukup memperihatinkan, Maka dari Itu dengan Segenap kemampuan bahkan jiwa raga fokuskan Untuk maju di Pilkada Muara Enim.
“Saya tidak main-main untuk niat ini, mudah – mudahan niat baik yang tertanam didalam pikiran dan hati saya mendapatkan sambutan yg baik pula dari masyarakat Kabupaten Muara Enim, saya akan fokus dan mengumpulkan segenap kemampuan dan kekuatan demi masyarakat di Kabupaten Muara Enim,” ujar Lia.
Dikatakan Lia, niat baik ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membenahi dan mewujudkan Muara Enim yang lebih baik, agar mampu bersaing dengan daerah- daerah lain baik dalam pembangunan infrastruktur, mental dan spiritual masyarakat yang kompeten.
Masyarakat Muara Enim, Lestari menyikapi keinginan Lia Anggraini untuk mencalonkan diri mengatakan bahwa, menurutnya perempuan memiliki peran penting dalam peradaban.
Pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara, hadir para pemimpin seperti Ratu Shima (Kalingga), Ratu Kalinyamat (Jepara), Sultanah Safiatuddin (Aceh), Ratu Boki (Ternate), dan pemimpin zaman kerajaan lainnya. Mereka memiliki kemampuan melawan penjajah, bahkan mengubah peradaban.
“Semangat itu juga bisa tumbuh di Kabupaten ini, kita harus ingat bahwa cahaya terang di tengah kota lahir dari lentera-lentera kecil di tepian desa, termasuk semangat yang Lia Anggraini untuk Kabupaten ini, terlebih ia pernah membawa aspirasi masyarakat ke tingkat provinsi, kalau ada perempuan yang mesti saya dukung tanpa diminta, sosok itu adalah Lia Anggraini,” tegasnya.
Perempuan yang akrab disapa Ririe ini menerangkan pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan, sejumlah perempuan dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional karena mampu memimpin kelompok masyarakat di daerah tertentu untuk memerangi penjajah. Seperti antara lain, Laksamana Malahayati, Martha Christina Tiahahu, dan Raden Ajeng Kartini.
“Saya berharap masyarakat di Kabupaten Muara Enim menyematkan penghargaan pada sosok Lia Anggraini dengan mendukungnya untuk menyampaikan semangat juang dari desa-desa, dari tepian kota, dari pelosok perkebunan melalui kontestasi Pemilukada Muara Enim 2024,” harapnya.








