
MUARA ENIM Faktarealtv. com– Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Muara Enim menggelar diskusi kebangsaan dengan agenda bedah buku Islam dan Sosialisme karya H.O.S. Tjokroaminoto serta pemikiran tokoh intelektual Islam Ali Syari’ati, Sabtu (7/11/2026), bertempat di Kantor DPC PKB Muara Enim.
Kegiatan ini menghadirkan empat pemateri dari berbagai latar belakang keilmuan dan organisasi, yakni Dr. Solihan, S.Ag., M.Pd.I. selaku Ketua MUI Kabupaten Muara Enim, Dr. Awintino, S.H., M.H. (Akademisi/Praktisi Hukum), KH. Miftah Kaprawi (Rais Syuriyah PCNU), serta Tahta Amrillah, S.Pd., S.H. (PD Muhammadiyah Muara Enim).
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Awintino, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi kepada DPC PKB Muara Enim atas inisiatif menyelenggarakan diskusi kebangsaan dan bedah buku Islam dan Sosialisme karya H.O.S. Tjokroaminoto.
Ia menjelaskan bahwa H.O.S. Tjokroaminoto dikenal sebagai Raja Jawa Tanpa Mahkota, sosok yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah pergerakan nasional. Dari lingkungan pendidikan dan diskusi yang dibangunnya, lahir sejumlah tokoh yang kemudian menjadi pemimpin dan figur penting dalam sejarah Indonesia, di antaranya Soekarno, Musso, dan tokoh-tokoh pergerakan lainnya.
Menurutnya, salah satu warisan penting Tjokroaminoto adalah pendidikan karakter, keberanian berpikir, serta kemampuan menyampaikan gagasan kepada masyarakat. Bahkan, ia mengutip pesan yang dikenal dari Tjokroaminoto, yakni, “Menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator.”
Pesan tersebut mengandung makna bahwa seorang intelektual tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu menuangkan pemikiran melalui tulisan dan menyuarakan gagasan dengan keberanian.
Suasana diskusi semakin menarik ketika Dr. Awintino memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta, khususnya mahasiswa dan pelajar SMA yang hadir. Ia mengajak para peserta untuk aktif berpikir dan berani menyampaikan pendapat. Bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan, ia secara langsung memberikan hadiah uang tunai sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar generasi muda semakin bersemangat dalam belajar.
Tidak hanya itu, semangat berbagi ilmu juga menjadi bagian dari kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Ia turut memberikan pengajaran secara gratis sebagai bentuk kontribusi dalam membuka ruang belajar dan memperluas wawasan generasi muda.
Dr. Awintino juga mengapresiasi PKB Muara Enim karena telah menghadirkan ruang diskusi yang mendorong tumbuhnya tradisi intelektual di lingkungan partai politik. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi partai-partai politik lainnya untuk turut menyelenggarakan diskusi kebangsaan, bedah buku, serta kegiatan literasi






