
Penulis : Alkausar
Muara Enim, FaktarealTV.Com- Pemerintah Kabupaten Muara Enim tengah gencar mempromosikan program Cek Kesehatan Keliling (Cekling), namun kondisi pelayanan kesehatan di pusat kota justru memprihatinkan. RSUD dr. HM Rabain yang menjadi kebanggaan daerah kini berubah menjadi simbol keterpurukan: plafon bocor, AC mati, lampu sering padam, hingga pasien harus membawa kipas angin sendiri untuk mengusir panas di ruang perawatan.
Hasil investigasi lapangan memperlihatkan kondisi rumah sakit yang jauh dari standar kebersihan dan kenyamanan. Sebagai rumah sakit daerah yang seharusnya menjadi benteng terakhir kesehatan masyarakat, RSUD Rabain kini menimbulkan rasa tidak percaya. Bagaimana masyarakat bisa yakin dengan program kesehatan ke desa-desa, jika pusat layanan kesehatan saja tak layak pakai?
Ironi ini semakin terasa ketika pemerintah daerah tampak lebih sibuk menggelar kegiatan berlabel kesehatan ketimbang memastikan kualitas fasilitas kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan. Program Cekling memang terdengar manis di atas kertas, tetapi kehilangan makna jika pelayanan kesehatan di jantung kota justru kumuh dan tak manusiawi.
Pemerhati kesehatan Muara Enim, Andi Razak Efendi, menegaskan:
“Plafon bocor, AC mati, lampu padam, pasien harus bawa kipas angin sendiri, RSUD Rabain kini jadi potret suram layanan kesehatan Muara Enim. Pemerintah sibuk kampanye program kesehatan ke desa-desa, tapi benteng utama kesehatan rakyat justru kumuh dan tak manusiawi. Ini alarm keras: segera benahi rumah sakit sebelum kepercayaan masyarakat benar-benar runtuh.”
Sementara itu, pihak manajemen RSUD Rabain memilih bungkam saat dikonfirmasi. Mereka hanya menyebut Direktur RS sedang mengikuti proses lelang jabatan dan baru akan kembali bertugas awal pekan depan.
Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah: perbaikan nyata jauh lebih penting daripada jargon program. Jangan sampai RSUD Rabain menjadi simbol kegagalan tata kelola kesehatan Muara Enim.
Menurut Andi Razak Efendi, RSUD Rabain Muara Enim yang berstatus RS Tipe B dan bahkan menjadi rujukan kabupaten lain, seharusnya mendapat perhatian serius. Fasilitas dan pelayanan bagi pasien wajib ditingkatkan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Rencana pemerintah daerah menaikkan status rumah sakit menjadi Tipe A dengan membangun gedung bertingkat patut diapresiasi. Namun, perbaikan layanan yang ada saat ini harus menjadi prioritas. Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim dituntut sigap dan tanggap, karena RS Rabain memegang peran vital sebagai pusat rujukan kesehatan. Tanpa langkah nyata, masyarakatlah yang akan menanggung akibatnya.






